Senin, 11 Mei 2015

pengertian sosiolinguistik dan ruang lingkup


 
Pengertian Sosiolinguistik Sosiolinguistik adalah ilmu yang meneliti dua aspek hubungan timbal-balik antara bahasa dengan perilaku organisasi sosial (Fishman dalam Jendra, 1972: 2). Ada pula yang merumuskan sebagai berikut. Sosiolinguistik adalah pendekatan terhadap penelitian bahasa yang memusatkan perhatiannya kepada bahasa yang dipakai dalam masyarakat bahasa (speach community), dengan tujuan menghasilkan teori bahasa yag mantap untuk membenarkan, memerikan, dan menjelaskan data tersebut (Labov dalam Jendra, : 1970: 63). Menurut Kridalaksana (1987: 2) mengatakan bahwa “sosiolinguistik” adalah cabang linguistik yang berusaha untuk menjelaskan ciri-ciri sosial. Selain itu, G, E. Booij, dkk (dalam Pateda, 1988: 3) mengatakan bahwa sosiolinguitik adalah cabang linguistik yang mempelajari faktor-faktor sosial yang berperan dalam pergaulan.
Istilah sosiolinguistik terdiri dari dua unsur yakni sosio dan linguistik. Linguistik adalah ilmu yang mempelajari dan membicarakan bahasa, khususnya unsur-unsur bahasa (fonem, morfem, kata, kalimat) dan hubungan antara unsur-unsur itu (struktur), termasuk hakikat dan hubungan pembentukan unsur-unsur itu. Sosio adalah seakar dengan sosial, yakni yang berhubungan dengan masyarakat dan fungsi-fungsi kemasyarakatan, kelompok-kelompok masyarakat dan fungsi-fungsi kemasyarakatan (Nababan, 1984: 2). Dengan memasang kedua unsur tersebut, maka dapat dikatakan bahwa sosiolinguistik adalah studi atau pembahasan dari bahasa sehubungan dengan penutur bahasa itu sebagai anggota masyarakat.
Kajian Sosiolinguistik Sosiolingistik lazim dibatasi sebagai ilmu yang mempelajari ciri dan fungsi berbagai variasi bahasa serta hubungannya di antara bahasawan dengan ciri dan fungsi itu dalam suatu masyarakat bahasa. Fisman (dalam Supriyanto, 1986: 9) mengatakan bahwa sosiolinguistik tidak memusatkan perhatiannya pada fenomena kebahasaan saja, melainkan juga memusatkan perhatian pada sosial tingkah laku, sikap bahasa, tingkah laku nyata terhadap bahasa, dan pemakai bahasa. Jarak sosial dapat dilihat dari sudut vertikal dan sudut horizontal. Dimensi vertikal akan menunjukkan apakah seorang itu berada di atas atau di bawah (berkedudukan tinggi atau rendah). Dimensi vertikal ini merupakan alat untuk menempatkan seseorang dalam kontinum hormat atau tidak hormat. Dimensi sosial ini misalnya kelompok umur, kelas atau status perkawinan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar