Jumat, 05 Juni 2015
kontak bahasa
Apa sih sebenarnya yang dimaksud dengan kontak bahasa? Apakah istilah ini cukup familiar atau bahkan asing bagi anda? Dalam pembahasan kali ini, saya akan berbagi pengetahuan mengenai kontak bahasa. Selanjutnya akan saya sampaikan hal-hal penting berkaitan dengan kontak bahasa ini. Berikut adalah pembahasan lebih detail.
Untuk masuk ke dalam bahasan kontak bahasa, tidak ada salahnya kalau saya sampaikan dahulu tentang apa perbedaan antara sosiolinguistik dan sosiologi bahasa. Singkatnya, sosiolinguistik adalah (faktor) masyarakat mempengaruhi bahasa; sedangkan sosiologi bahasa adalah kebalikannya, yaitu bahasa member pengaruh/ mempengaruhi masyarakat.
Seperti yang sudah saya sampaikan di atas, sosiolinguistik adalah kajian di mana masyarakat mempengaruhi bahasa. Lalu mengapa sosiolinguistik dapat terjadi? Jawabannya cukup sederhana, yaitu adanya pergerakan manusia mengakibatkan adanya bentuk atau variasi bahasa, dan ujung-ujungnya masyarakat mempengaruhi bahasa. Peristiwa ini dapat tercermin pada contoh: ada bahasa yang menjadi dominan dan ada juga bahasa yang menjadi minoritas.
Bahasa dipandang sebagai suatu hal yang hakiki yang dimiliki oleh manusia. Mengapa demikian? Hal ini tentu menjadi sebuah alasan bahwa bahasa dapat digunakan manusia untuk menyelenggarakan kepentingannya tau dengan kata lain bahasa digunakan untuk berinteraksi dengan sesame (:berkomunikasi). Oleh sebab itulah, jika kita membicarakan tentang sosiolinguistik, bahasa yang dikaji adalah bahasa yang bersifat deskriptif.
Yang dimaksud dengan kontak bahasa adalah peristiwa penggunaan lebih dari satu bahasa dalam tempat dan waktu yang sama. Penggunaan bahasa ini tidak menuntut penutur untuk berbicara dengan lancar (dwibahasawan atau multibahasawan), akan tetapi terjadinya komunikasi antara penutur dua bahasa yang berbeda pun sudah dikategorikan sebagai peristiwa kontak bahasa (Thomason, 2001:1).
Berbicara mengenai kontak bahasa, tentu saja tidak terlepas dari faktor-faktor yang melatarbelakangi terjadinya kontak bahasa. Thomason (2001: 17-21) menjelaskan bahwa faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya kontak bahasa, diantaranya: 1) adanya dua kelompok yang berpindah ke daerah yang tak berpenghuni kemudian mereka bertemu disana; 2) perpindahan satu kelompok ke wilayah kelompok lain; 3) adanya praktek pertukaran buruh secara paksa; 4) adanya hubungan budaya yang dekat antarsesama tetangga lama; dan 5) adanya pendidikan atau biasa disebut ‘kontak belajar.’
Kontak bahasa bisa terjadi pada masyarakat yang terbuka menerima masyarakat yang berbeda bahasa untuk masuk dalam masyarakat tuturnya, sehingga masyarakat tidak lagi disebut sebagai masyarakat monolingual. Lebih lanjut, salah satu contoh terjadinya kontak bahasa adalah karena keterdesakan yang biasanya terjadi di daerah perdagangan (urgen untuk berkomunikasi), sehingga ada simplifikasi yang luar biasa, seperti yang terjadi di Bali antara turis dan pedagang.
Akibat dari kontak bahasa memunculkan peristiwa lingua franca yang di dalamnya terdapat bahasa pidgin dan kreol. Kontak bahasa berhubungan erat dengan terjalinnya kegiatan sosial dalam masyarakat terbuka yang menerima kedatangan anggota dari satu atau lebih masyarakat lain.Thomason (2001:157) mengatakan bahwa adanya lingua franca menyebabkan terjadinya kontak bahasa. Lebih jauh lagi, Thomason menyatakan bahwa tiga hal akibat percampuran bahasa memunculkan bahasa pidgins, creol, dan bahasa bilingual campuran. Selain itu akibat kontak bahasa juga terjadi bilingualisme, diglosia, interferensi, konvergensi, integrasi, dan pergeseran bahasa.
REFERENSI
Thomason. G, Sarah.2001.Language Contact. Edinburg: Edinburg University Press Ltd.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar