Jumat, 05 Juni 2015

penerapan sosiolinguistik dalam pengajaran bahasa dan sastra indonesia



Penerapan sosiolinguistik yang tak boleh diabaikan adalah aplikasinya dalam pendidikan. Bagaimana interaksi kebahasaan dalam proses belajar mengajar sangat penting diketahui. Persoalannya ialah apakah pengajaran bahsa dapat menyebabkan anak didik menggunakan suatu bahasa menurut kaidah-kaidah dan tidak mempersoalkan bagaimana penerapan kaidah dalam penggunaan bahasa sehari-hari.
Penerapan sosilinguistik dalam pengajaran bahasa bukan berarti kita mengajarkan sosiolinguistik kepada murid-murid, tetapi kita (guru bahasa) harus membentengi diri dengan pengetahuan sosiolinguistik. Pengetahuan sosiolinguistik diperlukan agar materi yang kita berikan kepada anak didik dapat mereka cerna dan dapat dipergunakannya dalam kehidupan sehari-hari.(mansoer pateda, 1987:98)
Dalam sosiolinguistik mengajarkan bagaimana penggunaan bahasa itu secara aktual dalam komunikasi khususnya dalam pengajaran bahasa. Seperti yang diungkapkan oleh Fishman (1967: 15; Chaer dan Agustina, 2010:48) bahwa sosiolinguistik menjelaskan bagaimana menggunakan bahasa dalam aspek atau segi sosial tertentu dengan memperhatikan, “ who speak, what language, to whom, when, and to what end”.
Dalam pengajaran bahasa tentu harus mampu mengaplikasikan bahasa sebagai sarana penyampaian konten, melakukan proses sosial dan berinteraksi dalam pembelajaran. Maka rumusan Fishman tersebut dirasa penting sebagai pedoman dalam berinteraksi, yakni mengetahui siapa yang sedang berbicara, siswa, atau sesama guru atau kepala sekolah, bahasa apa yang harus digunakan, untuk siapa bahasa tersebut digunakan karena bahasa yang digunakan ketika berkomunikasi dengan siswa tentu akan berbeda ketika berkomunikasi dengan kepala sekolah atau sesama guru. Ada pula pertimbangan lalu kapankah komunikasi berlangsung dalam situasi formal atau nonformal, sepeti ketika guru melaksanakan diskusi di dalam kelas, tentu akan berbeda ketika sedangan bercengkrama di ruang guru yang dilakukannya oleh sesama guru, dan tujuan dari interaksi yang dilakukan tersebut apa? misalnya tujuan untk memotivasi siswa tentu akan berbeda dengan bahasa yang digunakan ketika menegur siswa yang melakukan kesalahan, maka disitulah aplikasi sosiolinguistik dalam interaksi pengajaran bahasa sangat penting untuk diterapkan.
Aplikasi berikutnya penggunaan pronomina persona kaitannya dengan variasi bahasa yang digunakan dalam buku Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia (2003: 249) yang menjelaskan pronomina persona sebagai berikut.
Persona
Makna
Tunggal
Jamak
Netral
Eksklusif
Inklusif
Pertama
Saya, aku, aku, ku-,-ku

Kami
Kita
Kedua
Engkau, kamu, anda, dikau, kau, -mu
Kalian, kamu, sekalian, anda, sekalian


Ketiga
Ia, dia, beliau, -nya
Mereka


Sosiolinguistik menjelaskan penggunaan pronomina tersebut dengan mengklasifikasikan variasi bahasa berdasarkan umur, pendidikan, tingkat keformalan, topik dan jalur pembicaraan dengan klasifikasi tersebut pengguna bahasa akan dengan mudah menggunakan masing-masing pronomina persona.
Kontribusi sosiolinguistik dalam pembelajaran bahasa dapat dilihat melalui aplikasi linguistik, yakni bagaimana sumbangan sosiolinguistik dalam menentukan bahan pembelajaran, silabus dan pelaksanaan pengajaran bahasa.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar